Tampilkan postingan dengan label Maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maluku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2011

Natsepa - Ambon

Pemandangan dari Aston Natsepa
Hotel Aston Natsepa
Natsepa adalah kawasan pantai dengan pasir putih dan pemandangan yang indah. Berada di kecamatan Salahutu - Maluku Tengah dan menghadap ke teluk Bagoala, dapat ditempuh dari kota Ambon dalam waktu kira-kira 30 menit. Apabila kita melihat di peta maka pantai ini berada pada sisi laut yang berbeda dari kota Ambon. Terdapat hotel berbintang yaitu Aston Natsepa dengan fasilitas yang cukup bagus sehingga bisa menjadi salah satu pilihan untuk menginap apabila berada di kota Ambon sekaligus menghindari suasana kota Ambon yang cukup ramai lalu lintas orang dan kendaraan. Suasana sekitar kawasan hotel dan pantai cukup tenang dan tidak ada gangguan kebisingan suara kendaraan.

Kota Ambon Dari Udara

Ambon dari udara
Kota Ambon berada di sekeliling teluk sehingga pesawat udara perlu berputar kemudian  mendarat di salah satu sisi luar teluk. Berbeda dengan kota lainnya yang mana umumnya pusat kota adalah di tengah cekungan dari teluk, sedangkan kota Ambon berada di salah satu sisi jauhnya, dan yang lebih menarik lagi bahwa posisi bandar udara berada pada sisi luar yang berlawanan . Sehingga setelah kita mendarat di bandar udara Patimura maka perlu menempuh perjalanan yang cukup jauh dan mengelilingi luasan teluk untuk mencapai pusat kota Ambon. Keindahan teluk dengan laut yang biru merupakan pemandangan yang selalu kita lihat sepanjang jalan dari bandar udara menuju pusat kota, ada satu tempat yang terdapat penyeberangan dengan kapal feri yang menghubungkan dua sisi teluk yang berlawanan.
Tampak bandara Patimura dari atas
Tampak kepulauan Maluku dari atas


View Larger Map

Kamis, 03 November 2011

Minyak Kayu Putih - Ambon

Botol-botol berukuran sedang yang berisi minyak hasil penyulingan daun tanaman kayu putih, cengkeh, pala dan sereh akan menarik perhatian anda bila anda mengunjungi kota Ambon. Apabila dilekatkan atau digosokkan ke tangan atau anggota badan kita lainnya maka rasa hangat atau panasnya melebihi dari minyak sejenis yang ada di pasaran. Dari labelnya kita bisa melihat bahwa beberapa produk olahan dari daun ini berasal dari pulau-pulau sekitar provinsi Ambon seperti Pulau Buru. Dengan harga bervariasi dari tiga puluh ribu rupiah hingga enam puluh ribu rupiah tergantung ukuran dan labelnya maka anda boleh membeli satu atau beberapa botol sebagai kenangan mengunjungi kota Ambon

Resto Dedes - Ambon


Sesuai dengan topografi kota Ambon yang berada di sekitar teluk Ambon, maka benar bahwa makanan laut adalah menu yang harus anda coba dan nikmati apabila anda berada di kota Ambon. Harga masakan laut termasuk wajar dengan rasa yang enak dan ikan yang masih segar. Salah satu restoran yang direkomendasi oleh warga lokal adalah restoran Dedes 1 dan Dedes 2 yang terletak di dalam kota Ambon sehingga anda tinggal bertanya kepada pengemudi becak maka anda bisa ditunjukkan lokasi restoran ini. Kekhasan sambal dan sayuran yang menyertainya menjadikan masakan laut restoran ini berbeda dengan di tempat lainnya.

Gong Perdamaian - Ambon

Gong Perdamaian Dunia - Ambon
Gong Perdamaian Dunia ke-35 yang terletak di kota Ambon dengan mencantumkan berbagai bendera negara-negara di dunia sepertinya lebih mengesankan bahwa pentingnya perdamaian lokal di kota Ambon dibandingkan arti perdamaian dunia itu sendiri. Seperti kita ketahui bahwa kota Ambon memiliki sejarah konflik antar warga yang belum hilang dari ingatan kita di tahun 2011, karena konflik itu berakhir hanya dalam hitungan beberapa tahun silam. Konflik antar warga yang juga berkesan antar kelompok agama beberapa tahun lalu telah menghancurkan sendi-sendi persaudaraan antar warga kota Ambon yang dulunya terkenal dengan semboyan 'pala gendong' yang berarti bahwa antar kelompok penganut agama terutama Islam dan Kristen di Ambon memiliki tali persaudaraan yang sangat kuat. Pada saat konflik tersebut kota Ambon benar-benar bagai tempat perang yang berlarut-larut dan menimbulkan trauma yang luar biasa. Meski saat ini warga kota Ambon sebagian besar sudah menyadari bahwa konflik semacam tersebut adalah sangat merugikan namun hubungan yang berhat-hati masih nampak dalam pergaulan sehari-hari antar kelompok agama yang berbeda. Dua minggu sebelum penulis berkunjung sempat terjadi ledakan konflik yang berskala kecil namun bila tidak diantisipasi bisa meluas mengingat luka akibat konflik yang sebelumnya masih belum sembuh total dan bisa tersulut sewaktu-waktu. Pada kunjungan penulis di akhir October 2011 menunjukkan sebagian besar jalan-jalan utama masih dijaga oleh tentara untuk mencegah dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Semoga gong perdamaian yang diresmikan 25/11/2009 bertepatan dengan Hari Perdamaian Dunia di lapangan Pelita -Ambon benar-benar memberi inspirasi warga Ambon bahwa masyarakat dunia peduli akan kedamaian di kota Ambon.
Gong Perdamaian Dunia - Ambon

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More